Senin, 31 Maret 2014

nyeleneh nye wahaby

SUNNAH NABI MERAPATKAN BAHU BKN KAKI SPRT AHLUL BID'AH WAHABOY

HADIS INI MALAH DI SAHIHKAN SYEIH ALBANI SENDIRI
( salah satu imam wahabi manhaj salaf) ,

Dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar - radhiallahu Ta’ala ‘anhuma- beliau berkata: Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

ﺍُﻮُﻤْﻴِﻗَﺃ ْﻢُﻜَﻓْﻮُﻔُﺻ ﺎَﻤَّﻧِﺈَﻓ َﻥْﻮُّﻔُﺼَﺗ ِﻑْﻮُﻔُﺼِﺑ ,ِﺔَﻜِﺋَﻼَﻤْﻟﺍ ﺍْﻭُﺫﺎَﺣَﻭ َﻦْﻴَﺑ ِﺐِﻛﺎَﻨَﻤْﻟﺍ ﺍْﻭُّﺪَﺳَﻭ َﻞَﻠَﺨْﻟﺍ ﺍْﻮُﻨْﻴِﻟَﻭ ْﻱِﺪْﻳَﺄِﺑ ْﻢُﻜِﻧﺍَﻮْﺧِﺇ َﻻَﻭ ﺍْﻭُﺭَﺬَﺗ ٍﺕﺎَﺟُﺮُﻓ .ِﻥﺎَﻄْﻴَّﺸﻠِﻟ ْﻦَﻣَﻭ َﻞَﺻَﻭ ﺎًّﻔَﺻ ُﻪَﻠَﺻَﻭ ُﻪﻠﻟﺍ ْﻦَﻣَﻭ َﻊَﻄَﻗ ُﻪَﻌَﻄَﻗ ﺎًّﻔَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ َّﻞَﺟَﻭ َّﺰَﻋ

“Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isi (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan (lengan) saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya (dengan rahmat- Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)”. ( HR.Ahmad, Abu Dawud, An- Nasa’iy dan lainnya. Dishohihkan oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah (743)

Imam Abu Dawud As-Sijistany - rahimahullah- berkata ketika menjelaskan sabda Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-,

“Makna sabdanya: [ “Lembutilah tangan-tangan (lengan) saudara kalian”] (adalah) apabila ada seorang yang datang menuju shaf, lalu ia berusaha masuk, maka seyogyanya setiap orang melembutkan (melunakkan) bahunya untuknya sehingga ia bisa masuk shaf”. Sunan Abu Dawud, hal.110 karya Sulaiman Ibnul Asy’ats As- Sijistany Al-Azdi, cet. Dar Ibnu Hazm, tahun 1419 H.

juga DISAHIHKAN OLEH SYEIH ALBANI , Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

ْﻢُﻛُﺭﺎَﻴِﺧ ْﻢُﻜُﻨَﻴْﻟَﺃ ِﺐِﻛﺎَﻨَﻣ ﻲِﻓ ,ِﺓَﻼَّﺼﻟﺍ ﺎَﻣَﻭ ْﻦِﻣ ٍﺓَﻮْﻄَﺧ ُﻢَﻈْﻋَﺃ ﺍًﺮْﺟَﺃ ْﻦِﻣ ٍﺓَﻮْﻄَﺧ ﺎَﻫﺎَﺸَﻣ ٌﻞُﺟَﺭ ﻲَﻟِﺇ ٍﺔَﺟْﺮُﻓ ﻲِﻓ ِّﻒَّﺼﻟﺍ ﺎَﻫَّﺪَﺴَﻓ

“Orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling lembut bahunya dalam sholat. Tak ada suatu langkahpun yang lebih besar pahalanya dibandingkan langkah yang dilangkahkan menuju celah dalam shaf, lalu ia menutupinya” .( HR.Ibnu Majah Al-Qozwini dalam Sunan-nya (1004). Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Muhammad Nashir Al-Albany - dalam Shohih Sunan Ibnu Majah (1004) dan At-Ta’liq Ar-Roghib (1/335) cet. Maktabah Al-Ma’arif , tahun 1421 H)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar